Kamis, 23 Mei 2013

Masjid Islamic Center Samarinda

Bismillahirahmanirahim

Jika kita pernah ke kota Samarinda pasti tidak lengkap jika tidak mengunjungi masjid Islamic Center Samarinda. Semua pasti tahu, masjid ini terletak di depan sungai Mahakam kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Masjid yang sangat megah, besar dan indah dengan pilar-pilar yang kokoh dan segala ornamen indahnya.
Membuat setiap yang melihat apalagi yang datang merasa kecil dan ingin sekali berlama-lama bersujud di dalamnya. 

Saya sangat menyukai wisata masjid, tidak tahu kenapa bagi saya setiap masjid selalu memiliki ke-khasan dan keunikan tersendiri.
Perjalanan saya di kota Tepian ini, begitu orang-orang menyebut nama lain kota Samarinda bersama sahabat saya SMA yang sudah lama sekali kita tidak bertemu tiba-tiba connect komunikasi lewat chating, kita ngobrol lama ternyata, dia ditugaskan di BPKP kota Samarinda sangat kebetulan sekali ^______^


Perjalanan dari kota Bontang ke kota Samarinda lebih kurang sekitar 2 jam.
Ini adalah foto hasil jepretan kami dari kamera handphone :D


Gambar 2. Menara masjid dilihat dari salah satu kubah 

Gambar 3. Tampak dalam masjid Islamic Center Samarinda

 Gambar 4. Lantai 1 masjid 

Gambar 5. Ini aku disisi kanan masjid (lorong masjid)

Gambar 6. Ini temanku ditangga menuju lantai 2 (tempat sholat)

Gambar 7. Ini aku terlihat kecil banget xixixi :D (disisi depan masjid dekat pintu utama)

Gambar 8. Temanku masih berada dibagian dari lantai 1 masjid

 Gambar 9. Temanku berada disisi samping masjid 

Gambar 10. Aku berada disisi samping masjid

Hmm....... tidak terasa kita lama sekali di masjid Islamic Center Samarinda sekalian nostalgia temu kangen juga seneng deh.... xixixi :D
Temanku akan dipindah tugaskan lagi di Jawa untuk kuliah lagi di STAN Jakarta.
Semoga kita bisa segera bertemu lagi dibelahan bumi yang lain hoho.... amiin
Terima kasih atas semuanya....

Thank You ALLAH
^____________^

Selasa, 16 April 2013

UKHUWAH ISLAMIYAH


Ukhuwah Islamiyah
adalah (persaudaraan Islam) yaitu keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. 

#Kedudukan Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah persembahkan untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan pilihan. Allahlah yang menciptakannya.
Allah berfirman:
“…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu.” (QS: Ali Imran: 103). “…Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (QS: Ali Imran: 103).

Ukhuwah adalah pemberian Allah, yang tidak bisa dibeli dengan apapun.
Allah berfirman:
  “…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)”

Selain nikmat dan pemberian, ukhuwah memiliki makna empati, lebih dari sekadar simpati.
Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim).

Dengan ukhuwah, sesama mukmin akan saling menopang dan menguatkan, menjadi satu umat yang kuat. Rasulullah Saw. Bersabda: “Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).

Adapun hubungannya dengan iman, ukhuwah diikat oleh iman dan taqwa. Sebaliknya, iman juga diikat dengan ukhuwah.
Allah berfirman:  “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS: Al-Hujurat: 10).”
Artinya, mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan.
Jika Anda melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan permusuhan.
 Allah berfirman:  “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Zukhruf: 67)

#Keutamaan Ukhuwah Islamiah
1. Dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman
Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.”
(HR. Imam Bukhari).
2. Dengan ukhuwah kita akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi dibawah Arsy-Nya
Di akhirat Allah berfirman: “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim). 

Rasulullah Saw. bersabda: “Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, “Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Imam Muslim).

3. Dengan ukhuwah kita akan menjadi ahli surga di akhirat kelak
Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. Imam Al-Tirmizi)

Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).

4. Bersaudara karena Allah adalah amal mulia yang akan mendekatkan seorang hamba dengan Allah.
 Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda: “…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.” (HR. Imam Al-Munziri).

5. Dengan ukhuwah dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah
Rasulullah Saw bersabda:  “Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if).

#Syarat dan Hak Ukhuwah
1. Untuk mencari keridhoan Allah SWT.
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya…” (HR. Imam Bukhari).
2. Saling tolong-menolong dalam keadaan suka dan duka, senang atau tidak, mudah maupun susah
Rasul bersabda:“Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya dan tidak menghinanya… tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain, dan yang lain juga berpaling darinya. Maka yang terbaik dari mereka adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Imam Muslim). 
3. Hendaknya kita memenuhi hak-hak umum dalam ukhuwah
Rasul bersabda:
“Hak muslim atas muslim lainnya ada enam, yaitu jika berjumpa ia memberi salam, jika bersin ia mendoakannya, jika sakit ia menjenguknya, jika meninggal ia mengikuti jenazahnya, jika bersumpah ia melaksanakannya.” (HR. Imam Muslim).

#Tingkatan-tingkatan Ukhuwah
Tingakatan terendah yaitu Salamatush shadr --> bersihnya hati kita dari perasaan iri, dengki, benci, dan sifat-sifat negatif lainnya terhadap saudara kita
Jika kita tidak bisa memberikan suatu kebaikan kepada saudara kita, paling tidak kita tidak memiliki perasaan yang negatif kepadanya. Termasuk juga dalam tingkatan yang terendah ini adalah selamatnya saudara kita dari kejahatan lisan dan tangan kita. Jangan sekali-kali kita melakukan kezhaliman kepada saudara kita.

Tingkatan ukhuwah yang tertinggi adalah ITSAAR, yaitu lebih mementingkan dan mengutamakan saudara kita diatas diri kita sendiri. Inilah dahulu yang pernah dicontohkan oleh para sahabat Anshor kepada para sahabat Muhajirin di Madinah.

#Tahapan-tahapan Ukhuwah
 1. TA'ARUF (saling mengenal)
Seperti kata pepatah :‘Tak kenal maka tak sayang.’
Al-Hujuraat Ayat : 13
13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

2.  TAFAHUM (saling memahami)
Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.
Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)

3. TA'AWUN yaitu saling membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran --> empati dan kepedulian

4. TAKAFUL yaitu saling senasib sepenanggungan.

#Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah:
  1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”
  2. Memohon didoakan bila berpisah. “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim).
  3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)
  4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim). “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)
  5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)
  6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu
  7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya
  8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
  9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan

Sumber :
http://menaraislam.com/content/view/154/41/
http://www.alquran-indonesia.com/web/quran/listings/details/49/10
serta buku catatn pribadi ^_____^



Senin, 08 April 2013

AL-IHSAN



Apa itu Al-Ihsan???
AL-Ihsan adalah berbuat yang terbaik.
Menerjemahkan dari en.wikipedia.org Al-Ihsan adalah:
Ihsan (Arabic: إحسان‎), disebut juga ehsan adalah istilah bahasa Arab yang berarti "kesempurnaan" atau "keunggulan" (Ara. husn). Ini adalah tentang iman batin seseorang (iman) dan menunjukkan itu di kedua perbuatan dan tindakan, rasa tanggung jawab sosial yang ditanggung dari keyakinan agama.
Dalam Islam, IHSAN adalah tanggung jawab Muslim untuk mendapatkan kesempurnaan, atau keunggulan, di ibadah, sehingga umat Islam mencoba untuk menyembah Allah seolah-olah mereka melihat-Nya, dan meskipun mereka tidak bisa melihat-Nya (karena keyakinan bahwa Allah tidak terbuat dari materi), mereka percaya bahwa Dia selalu mengawasi mereka. Definisi yang berasal dari Hadis di mana Rasulullah SAW menyatakan, "[Ihsan adalah] untuk menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (Al-Bukhari dan Al-Muslim).
  
Beberapa ulama Islam menjelaskan ihsan sebagai dimensi batin Islam sedangkan syariah digambarkan sebagai dimensi luar.
 
# MURAQABATULLAH (Pengawasan ALLAH) 
 Qaaf Ayat : 16
 

16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Qaaf Ayat : 17
17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
 Qaaf Ayat : 18
18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

#NIAT YANG BAIK
  Allah tujuanku, Rasul penuntun jalanku, Al-Qur'an dan hadist petunjuk hidupku
Al-Baqarah Ayat : 207
207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

#IHSANULLAH (Kebaikan ALLAH)
 Berbuat baiklah sebagaimana ALLAH berbuat baik.
Al-Jaatsiyah Ayat : 12
12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

Al-Jaatsiyah Ayat : 13
13. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.
 
#RUKUN-RUKUN IHSAN:

[1.]  Tetap menjaga niat (ikhlasun niat)

Al-Bayyinah Ayat : 5



5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

[2.] Profesional

[3.] Akhir yang baik
 Alam Nasyrah Ayat : 7
 7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain [1587],

[1587] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berda'wah maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: Apabila telah selesai mengerjakan shalat berdo'alah.

[4.] Mampu menghasilkan amal yang baik
 Al-Qashash Ayat : 77
77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

[5.] Cinta,pahala dan pertolongan ALLAH 
Ali Imran Ayat : 134
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
  


 Ali Imran Ayat : 148

148. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia [236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
[236] Pahala dunia dapat berupa kemenangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan lain-lain. 

An-Nahl Ayat : 128

128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.   




Sabtu, 06 April 2013

BIRRUL WALIDAIN

Saat-saat hujan ditengah malam sendiri diperantauan seperti ini sering banget pastinya kangeeeeen banget sama Ibuku,alm.kakungku, neneku,bapak,adiku dan saudara-saudaraku juga...meskipun kita terpisahkan dan tidak bersama-sama kakung juga udah berbeda dimensi tapi aku tahu kalian sayang sama aku dan aku juga sayang sama kalian.
[Hugs and kiss :*]

Hmm...apalagi kalau dengerin lagu ini...
"Hujan kau ingatkan aku tentang satu rindu, dimasa yang lalu saat mimpi masih indah bersamamu...terbayang satu wajah penuh cinta penuh kasih,terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan ooh Ibuuu...."

Dulu aku bandel, "ndableg kata orang Jawa", mungkin juga nakal bla3x...berisik bawel,suka ganggu makan orang, makannya banyak banget,usil, suka mati-matiin TV nya kakung pas lagi seru-serunya nonton Bola huhuhu kangen banget... :'(

Kembali ke tujuan judul "BIRRUL WALIDAIN" kalau membaca tulisan tersebut apa itu birrul walidain.Apa yang sudah kita perbuat untuk membalas semua kebaikan orang tua kita. Pasti kita tidak bisa membalas bahkan dengan nyawa sekalipun.

 

Berbuat baik terhadap orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma’siat) dan mendoa’kannya apabila keduanya telah wafat.
Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini, sebagaimana sangat jelas ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali” (QS.31:15).
Juga dapat dilihat dalam surat 4:36

Jelaslah bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban setiap anak dalam kerangka ta’at kepada perintah Allah.

Bentuk-bentuk Birrul Walidain
Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan dalam dua kesempatan:
Saat orang tua masih hidup:
• Mentaati selama bukan maksiat. Hadits Rasulullah: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah”.
Contoh: Kisah Sa’ad bin Abi Waqosh.
• Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut (QS.17:23)
• Memohonkan ampunan baginya kepada Allah (mendoa’kan) (QS.17:24)
• Membantu dengan harta
• Memintakan restunya terlebih dahulu atas perbuatan penting yang akan dilakukan.
Hadits Rasulullah: “Ridho Allah ada dalam Ridho orang tua, Murka Allah juga ada dalam Murkanya orang tua”.
Saat orang tua telah wafat:
• Menyelenggarakan pengurusan jenazahnya seperti: memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya,dsb.
• Senantiasa berdo’a untuk memohonkan ampun atas segala dosanya.
• Memenuhi segala janjinya semasa hidup yang belum terlaksana seperti: wasiat, hutang piutang, dll.
• Menghormati teman dan sahabat orang tua semasa keduanya masih hidup.
Rasulullah Muhammad S.A.W bersabda :
” Seorang laki-laki dari golongan Anshar mendatangi Rasulullah , lalu bertanya : ‘Apakah yang tinggal bagiku untuk dapat berbuat kebaikan terhadap Ibu-Bapakku setelah mereka meninggal ya Rasulullah ? Rasul menjawab : ‘Ada 4 macam yang dapat anda lakukan : menshalatkannya, memohonkan ampun segala dosanya, memenuhi janjinya dan juga menghormati teman dan sahabatnya. (HR. Muslim)

Dari kisah-kisah yang telah lalu banyak peristiwa yang dapat dijadikan tauladan atau i’tibar tentang bagaimana orang-orang yang baik terhadap orang tuanya dan bagaimana pula sebaliknya orang yang durhaka. Tauladan yang baik misalnya kisah-kisah nabi Ibrahim, nabi Ismail, dll. Sebaliknya bagaimana pula akibat buruk yang ditimpakan kepada anak yang durhaka , seperti Abdullah bin Salam, dll.

Rabu, 27 Maret 2013

BERCERMIN DIRI


Tatkala kudatangi cermin
Tampak sesosok yang sagat lama kukenal dan sangat sering kulihat.
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap wajah, hatiku bertanya, Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah disurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam.

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan........
Menatap ALLAH, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam....
Akankah mata penuh maksiat ini yang akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut, apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan....mengucap Laa ilaaha ilallah saat malaikat  maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengaran.
Ataukah mulut ini menjadi pemakan nuah zaqun jahanam...yang getir penghangus,penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk dengan pisau ucapan kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis, semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya....
Bersinar, bersukacita, bercengkerama di surga?
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak akan pernah berakhir.
Wahai tubuhku, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan?
Berapa banyak orang - orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba ALLAH yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda...betapa beda..apa yang tampak dicermin dengan yang tersembunyi....
Betapa beda apa yang tampak dicermin dengan yang tersembunyi
Aku telah tertipu, aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng....
Sedangkan aku...hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu, aku malu ya ALLAH
Ya ALLAH...selamatkan aku...
Amin
[Abdullah Gymnastiar]
Sumber: Aa Gym Sebuah Qolbugrafi

"Sesungguhnya ALLAH SWT tdk melihat pd tubuh2 kalian & tdk pd wajah rupawan tp Dia melihat pd isi hati kalian."(HR. Muslim & Ibnu Majah)

Senin, 18 Maret 2013

KEKAYAAN KULINER INDONESIA

Wisata kuliner..???. hmm...saya suka sekali, kalau kamu??? hohohoho :D
Siapa yang tidak suka wisata kuliner seperti Benu Bulo, pak Bondan atau Farah Queen yang sering muncul di TV setiap pekan itu hahaha... *ngiler..jadi laper :P
OK kita akan berwisata kuliner eh tepatnya membahas wisata kuliner atau makanan-makanan yang terkenal di Indonesia yang sukai hahaha...

*PULAU JAWA
Untuk Pulau Jawa diwakili oleh Kota Blitar dan Surabaya.
Setiap daerah selalu memiliki makanan khasnya masing-masing. Kota kelahiran saya Blitar terkenal dengan pecel lauknya iwak peyek..iwak peyek..iwak peyek sego jagung bukan-bukan klo itu adalah lagu kebangsaan Persebaya arek-arek Suroboyo hahaha... :D
Nasi pecel di Blitar lauk yang spesial dan tiada duanya adalah "mendhol" begitulah orang-orang menyebutnya adalah panganan dari ketela pohon yg dibumbui, nah yang gak kalah ngangeninya adalah makanan penutup setelah makan nasi pecel adalah jenang dawet serabi asli lho.. :D asli disini warna hijaunya berasal dari daun suji sodara-sodara :D Mungkin untuk makanan pecel ini disetiap kota memang ada, tapi di kota saya ini memang top markotop hohoho oh iya Es Pleret tak ketinggalan juga banyak yang jualan di daerah alon-alon kota Blitar :D. Berikut ini adalah sedikit gambaran foto-foto dari makanan yang tersebut diatas:



Selain itu juga yang terkenal adalah Soto Daging Bok Ireng terletak di perempatan jalan Kelud, trus apalagi yaa...yaa UCENG tau kan ikan kecil yg digoreng jg biasanya dijadikan peyek uenak tenan :D



  

Hmm....jadi kangen banget pingin cepat-cepat pulang ke Blitar. OK deh setelah dari Blitar kita akan menjelajahi kota Surabaya....yoi ayo rek nang Suroboyo yayaya... tempat saya menimba ilmu hampir lebih kurang 4.5 tahun lebih saya di kota Pahlawan ini hohoho :D
"lak nang Suroboyo koen mesti kudhu njajal lontong racing opo iku yoiku lontong balap mas bro wakakaka sing onok nang crito trial-e iku lho suro karo boyo si Ikin" :D
Nah, kalau menurut pengalaman saya, yang enak dan legendaris adalah Lontong Balap di Jalan Rajawali dekat dengan kantor lama saya wuih kantor lama, kantornya embahmu apa....wahaha yayaya kantor yag gedung tua pojokan dekatnya POLRESTABES Surabaya saya pernah bekerja menjasi back office di salah satu Bank terkemuka di Indonesia weekekee...

Lontong Balap disini tidak pernah sepi pengunjung sodara-sodara cukup merogoh kocek 17RB sudah dapat semangkok lontong balap+10 sate kerang+es degan dan 2 buak kerupuk  mantap kan merakyat kenyang dueh hehehehe....
Nah iki lho rek fotoe Lontong Balap Rajawali sing tersohor iku :p


selain lontong racing, nang Suroboyo onok maneh sing terkenal yoiku RAWON SETAN huahuhuha kenapa dinamakan begitu karena bukanya malam-malam sodara begitu ceritanya :D
alamatnya di Jl. Embong Malang seberang Hotel JW Marriot



Tidak jauh juga dari jalan Rajawali dan lebih dekat lagi dengan kantor saya dulu bekerja yaitu SOTO CEKER siang sedikit sudah habis tempatnya sangat sederhana sekali dipinggir jalan tapi sodara-sodara pembelinya antri-antri deh hohoho...


Nah, ini dia soto ceker saya kurang begitu suka sih lebih suka soto campur yang banyak dagingnya ehehe... :D







Kemudian, yang paling khas lagi dari Surabaya yaitu Rujak Cingur, untuk rujak cingur di kota ini campur ada buah-buahanya juga, jadi ada sayur,buah,lauk dan cingur.
(*cingur adalah hidungnya sapi, atau orang Surabaya biasa menyebutnya "congor") maaf begitu sudah biasa bahasanya..Suroboyo gitu lho :D

OK sodara-sodara untuk daerah dimana saya dibesarkan,dimana saya belajar dan bekerja sudah saya ceritakan, lalu kita akan menyeberangi lautan ya kita akan ke Papua sebelumnya akan ke Sulawesi kemudian akan ke Pulau Borneo hohoho

* SULAWESI kita tahu makanan yang paling terkenal adalah Es Pisang Ijo dan Coto Makassar


Untuk Coto Makassar saya kurang begitu suka kalau terlalu banyak lemaknya kuahnya. Cara memasaknya ada bermacam-macam kuahnya ada yang pakai susu kemudian dicampur kacang yang ditumbuk, ada juga yang memakai santan. Saya makan coto Makassar belum pernah langsung di kota Makassar tetapi di Jayapura Papua mahal sekali di dekat Bandara Sentani untuk porsi kecil 35 RB sedangkan porsi besarnya 50 RB. *yaiyalah maklum kan baru aja lulus kuliah syock biasanya juga beli soto di Surabaya mentok 12 RB hhh... OK selanjutnya kita ke Papua yaaa.....
Karena, saya hanya menginjakan kaki saja di Makassar jadi fotonya diwakili saja oleh mbak ini yaa... hhhh








*PAPUA adalah pulau paling timur di Indonesia kita semua sudah tahu pastinya,rata-rata penduduk asli maupun pendatang disana suka sekali masak ikan sodara-sodara cara memasaknya simple sekali cukup digoreng atau dibakar lalu buat sambal colo-colo namanya, ya begitu mereka menyebutnya. Sambal colo-colo ini membuatnya sangat mudah sekali anak SD juga bisa cukup cabe rawit kecil dipotong-potong lalu dicampurlah dengan kecap manis/asin sesuai selera jadi deh...
Di kota atau daerah-daerah di Indonesia timur seperti Maluku-Papua masih ada sebagian yang makan sagu, sagu ini ada sagu kering kemudian ada lagi juga sagu seperti "lem" itu hahha terus sayurnya adalah tumis bunga pepaya disamping lauk ikan :D
"This is it Ikan bakar colo-colo ala chef arizoucihazazuke" hohohoo :D
*BORNEO kita sudah sampai sekarang di Pulau katanya ada sebagian orang yang menyebut pulau ini "Pulau Semar" itu lho salah satu tokoh pewayangan yang dikenal bijaksana, maaf saya tidak tahu pasti hanya ingin menceritakan saja ^__^V
OK di Pulau ini belum lama saya tinggal disini tetapi, lumayan sudah mendapatkan pengalaman terutama soal memasak(*belajar,menimba ilmu dan menyerap banyak ilmu-ilmu dari ibu-ibu disini hohoho :D)
Disini masyrakatnya heterogen ya bisa dibilang dari sabang-merauke meskipun tidak ada noge-noge Papua hahah ^.^V (*red noge adalah sebutan untuk orang-orang papua berkulit hitam)
Hampir sebagian besar adalah orang-orang Bugis nah disini masakanya bisa saya temukan diantaranya: ada sembako upss baroko yaitu makanan terbuat dari pisang yang dibelender kemudian dikukus, lalu es mentimun yang dicampur selasih dan nata de coco (awalnya saya jujur saja heran kok aneh begini ya saya kira melon oh ternyata sueger sodara hahaha :D) ada yang bilang es ini adalah khas dari Aceh, kemudian hal aneh bagi saya yang sering saya temui di setiap pesta atau acara tasyakuran disini adalah Sambal terasi disini dimasak tanpa menggunakan bawang putih jadi hanya diiris tipis2, tomat, cabenya hanya sedikit saja tapi juga tetep enak kok (*dasar emang lapar kalee hahaha). Ini dia es mentimun :D

*SUMATERA
Pulau Sumatera, mohon maaf saya kurang bisa bercerita banyak karena saya belum pernah ke pulau ini tetapi sangat suka yang namanya nasi Padang, rendang, ehm.... ada juga tetangga disini orang Aceh dan pernah diundang acara hajatan yaitu aqiqah makanan yang dihidangkan adalah pasti rendang, kemudian ada juga tumis bunga pepaya, sayur asam, ada peyek ikan asin juga. Nah, ini bagi saya yang menarik peyek ikan asin. Sederhana sekali bedanya dengan peyek di Jawa hanya isinya saja, tapi juga bahan utamanya kalau peyek ikan asin ini lebih mudah yaitu tepung beras aja dicampur dengan potongan-potongan ikan asin.
Kalau di Jawa kan ikan asin hanya digoreng biasa saja, ikan asinya ya ikan teri tapi kalau orang Aceh ikan asin yang besar-besar itu dipotong jadi kecil-kecil gitu (*rata-rata lho yaa.. :p)
Jadi, deh rempeyek ikan asin.


Sabtu, 05 Januari 2013

SUJUD TILAWAH, SUJUD SAHWI, DAN SUJUD SYUKUR


Alhamdulillah, masih bisa menulis hohoho :D
Bismillahirahmanirahim

“Bersujud kepada Allah
Bersujud sepanjang waktu
Setiap nafasmu seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah
Bersabar taat pada Allah
Menjaga keikhlasanNya
Semoga dirimu semoga langkahmu
Diiringi oleh rahmatNya
Setiap nafasmu seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah
Alhamdulillah wasyukurillah
Bersyukur pada Mu ya Allah
Kau jadikan kami saudara
Indah dalam kebersamaan
Hilanglah sebuah perbedaan”

Tahukan itu lagunya siapa, iyaa....anda benar Bang Opick yang feat Amanda judulnya Alhamdulillah hohoho :D tetapi, bukan itu yang akan saya bahas.
Nah, berbicara tentang SUJUD kita sebagai muslim pasti selalu bersujud minimal 5 kali dalam sehari iyaa kan yaitu melakukan kewajiban sholat. SHOLAT sendiri artinya adalah DO’A karena setiap bacaan sholat mengandung  do’a. ^____________^
Bersujud adalah bentuk penyerahan diri,penghambaan diri makhluk kepada TuhanNYA yaitu ALLAH SWT. Untuk SUJUD sendiri ada 3 macam, yaitu: Sujud Tilawah, Sujud Sahwi dan Sujud Syukur.
  
1. SUJUD TILAWAH
 adalah sujud karena membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur'an tertentu, yakni yang dinamakan ayat-ayat sajadah.
Ayat-Ayat Sajadah di dalam Al-Qur’an sendiri ada 15 ayat yaitu :

QS. Al-A'raf Ayat : 206:
inna alladziina 'inda rabbika laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihi wayusabbihuunahu walahu yasjuduuna
206. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.”

QS. Ar-Ra’d ayat 15 :


walillaahi yasjudu man fii alssamaawaati waal-ardhi thaw'an wakarhan wazhilaaluhum bialghuduwwi waal-aasaali
15. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

 QS. An-Nahl ayat 50 :
yakhaafuuna rabbahum min fawqihim wayaf'aluuna maa yu/maruuna
50. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). Manusia yang dalam keadaan terjepit ingat kembali kepada Allah.

QS. Al-Isra ayat 109 :
wayakhirruuna lil-adzqaani yabkuuna wayaziiduhum khusyuu'aan
109. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'

 QS. Maryam Ayat 58:

     ulaa-ika alladziina an'ama allaahu 'alayhim mina alnnabiyyiina min dzurriyyati aadama wamimman hamalnaa ma'a nuuhin wamin dzurriyyati ibraahiima wa-israa-iila wamimman hadaynaa waijtabaynaa idzaa tutlaa 'alayhim aayaatu alrrahmaani kharruu sujjadan wabukiyyaan

58. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis dan mereka bertambah khusyu'.

QS. Maryam ayat 58 :


alam tara anna allaaha yasjudu lahu man fii alssamaawaati waman fii al-ardhi waalsysyamsu waalqamaru waalnnujuumu waaljibaalu waalsysyajaru waalddawaabbu wakatsiirun mina alnnaasi wakatsiirun haqqa 'alayhi al'adzaabu waman yuhini allaahu famaa lahu min mukrimin inna allaaha yaf'alu maa yasyaa/u

58. Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan balasan terhadap orang-orang yang beriman.

 QS. AL-Hajj ayat 77 :

 
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu irka'uu wausjuduu wau'buduu rabbakum waif'aluu alkhayra la'allakum tuflihuuna

77. Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

QS. Al-Furqan ayat 60:
wa-idzaa qiila lahumu usjuduu lilrrahmaani qaaluu wamaa alrrahmaanu anasjudu limaa ta/murunaa wazaadahum nufuuraan
60. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

QS. An-Naml ayat 26:
allaahu laa ilaaha illaa huwa rabbu al'arsyi al'azhiimi
26. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".

QS. As-Sajdah ayat 15:
 
innamaa yu/minu bi-aayaatinaa alladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadan wasabbahuu bihamdi rabbihim wahum laa yastakbiruuna

15. Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud [1193] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

QS. Sad ayat 24:
qaala laqad zhalamaka bisu-aali na'jatika ilaa ni'aajihi wa-inna katsiiran mina alkhulathaa-i layabghii ba'dhuhum 'alaa ba'dhin illaa alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati waqaliilun maa hum wazhanna daawuudu annamaa fatannaahu faistaghfara rabbahu wakharra raaki'an wa-anaaba
24. Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

 QS. Fussilat ayat 38:
38. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

QS. An-Najm ayat 62:
fausjuduu lillaahi wau'buduu
62. Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)

QS. Al-Insyiqaq ayat 21:
wa-idzaa quri-a 'alayhimu alqur-aanu laa yasjuduuna
21. dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud

QS. Al-Alaq 19:

kallaa laa tuthi'hu wausjud waiqtaribv
19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)

Do’a sujud Tilawah :
Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”
Artinya:
"Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya., dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta."

  2. SUJUD SAHWI adalah  sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka'at, kelebihan raka'at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa.
     Bacaan sujud sahwi:
"Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas hu"
Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

  3. SUJUD SYUKUR adalah sujud yang dilakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan.

Bacaan sujud syukur:
"Subhânakallâhumma Anta Rabbî haq-qan haqqâ, sajadtu laka yâ Rabbî ta-’abbudan wa riqqâ. Allâhumma inna ‘amalî dha’îfun fadha’i lî. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yawma tub’atsu ‘ibâduka wa tub ‘alayya innaka Antat tawwâbur Rahîm."

Artinya:
"Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang."


Sumber:
http://www.alquran-indonesia.com